<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473</id><updated>2011-04-22T10:56:03.860+07:00</updated><title type='text'>Nismara Blogku</title><subtitle type='html'>Bersinergi - Berempati - Berbagi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-3442679232131624380</id><published>2008-04-25T09:56:00.004+07:00</published><updated>2008-04-25T10:03:24.457+07:00</updated><title type='text'>Penipu 'TENGIK'</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sore itu istri saya sedang bersih-bersih halaman depan. Dengan agak heran dia menemukan satu bungkus detergent tergeletak di selokan kecil samping car port depan rumah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Herannya adalah karena seingatnya dia tidak eprnah membeli dan memakai produk itu, yaitu produk detergent ‘Attack’ ukuran sachet 200gr keluaran PT. Kao Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam hati udah mulai curiga, pasti ada yang ingin bikin ulah dengan menebar umpan, biasa maling modul penipuan berkedok undian berhadiah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kecurigaan itu karena hal serupa pernah terjadi beberapa tahun yang lalu dengan modus seperti itu dan menggunakan produk yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kecurigaan bertambah ketika setelah diperiksa ternyata kemasan sachet Attack itu bagian bawahnya seperti tidak sempurna pengelemannya dan nyaris bocor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk membuktikan kecurigaan itu, istri saya membuka kemasan lewat ‘lem-an’ sebelah bawah tadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain terdapat bubuk detergent, ternyata di dalamnya juga terdapat beberapa lembar kertas yang dilipat jadi satu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetangga saya yang kebetulan sedang main menemani anaknya bermain dengan anakku, ikut menyaksikan dan memeriksa detergent dan liopatan kertas tadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut dia, bubuk detergent yang ada di dalam kemasan sachet itu tidak seperti yang dia tahu dan kenal, baik warna bubuknya maupun aromanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebetulan dia termasuk mengguna attack, jadi lumayan ngerti ciri produk itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJAs5BKMI/AAAAAAAAAIE/DaPkeHuymi4/s1600-h/Attack0001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 221px; height: 266px;" src="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJAs5BKMI/AAAAAAAAAIE/DaPkeHuymi4/s320/Attack0001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193012121734031554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya lipatan kertas kecil yang juga ada di dalam kemasan itu dibuka, ternyata terdapat 3 lembar kertas, 2 lembar dalam bentuk surat kecil ukuran 10cm x 12cm masing-masing berjudul ‘SERTIFIKAT’ dan ‘SURAT PENGESAHAN’ sedangkan satu lembar lagi berbentuk kartu kecil ukuran 3cm x 4cm (kayak pasfoto aja), bertuliskan ‘Promo Hadiah Langsung’ dilengkapi dengan gambar mobil ‘Suzuki SWIFT’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dibelakangnya tertuliskan syarat dan ketentuan (terms and conditions) pengambilan hadiah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;Pada lembar yang berjudul seritifikat, dicantumkan formulir yang harus diisi oleh konsumen, disertai dengan cap perusahaan lengkap dengan nama dan jabatan serta tandatangan pejabat perusahaan PT. KAO INDONESIA. Disitu dicantumkan nama Atalla Dzofran W.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang menggelikan lagi, untuk meyakinkan pembaca, dokumen yang diberi judul surat pengesahan, dikeluarkan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya dilengkapi dengan nomor surat, kop surat Polda Metro Jaya, ditandatangani oleh Dirlantas Polda Metro Jaya (tercantum) Drs. Djoko Susilo SH, Msi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJK85BKNI/AAAAAAAAAIM/NVzV1RG-QPk/s1600-h/Attack0002.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 217px; height: 267px;" src="http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJK85BKNI/AAAAAAAAAIM/NVzV1RG-QPk/s320/Attack0002.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193012297827690706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lengkap dengan tanda tangan dan stempel basah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Stempelnyapun meyakinkan, karena halus dan bagus. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nomor telepon yang bisa dihubungi ada pada kartu kecil yang bergambar mobil tadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam kartu disebutkan bahwa konsumen mendapatkan hadiah berupa 1 unit mobil Suzuki Swift, dimana pajak (disebut PPH dan PPN) ditanggung oleh PT. Kao Indonesia, sedangkan pemenang hanya dibebani bea balik nama (BBN). Nomor yang bisa dihubungi (sepertinya nomor HP) 021-30369575 dan 021-30369577.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJqc5BKOI/AAAAAAAAAIU/LaL7cnBVKu0/s1600-h/Attack0003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 191px; height: 155px;" src="http://bp1.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJqc5BKOI/AAAAAAAAAIU/LaL7cnBVKu0/s320/Attack0003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193012838993570018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Istri saya menunjukkan dokumen-dokumen itu ke saya pada sore harinya sepulang saya dari tempat kerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan ketawa-ketawa, istri saya menceritakan kronologi penemuan dan pemeriksaan barang bukti itu (tapi nggak dibuat berita acara pemerisaannya, red).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untungnya istri saya sudah terbiasa dengan berbagai modus penipuan berkedok undian berhadian, baik yang model ginian (seingatku udah yang kedua kalinya) maupun yang lewat telepon.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi nggak ada respon yang berakibat negatif yang menguntungkan penipu. Alhamdulillah, semoga Allah melindungi keluarga kita semua, amien.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kembali ke masalah attack yang tiba-tiba ada di halaman rumah tadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kelihatannya si penipu menebar umpan dengan cara melempar kemasan-kemasan sachet ke halaman-halaman rumah orang, dengan harapan yang punya rumah, terpancing menelpon balik dan terkena perangkap mereka. So hati-hatilah dengan modus penipuan yang semakin banyak modelnya, beritahu ke seluruh anggota keluarga kita tentang lengkah-langkah yang harus dilakukan apabila ada orang-orang yang memberitahukan dan iming-iming akan adanya rezeki nomplok berupa hadiah, biasanya mobil, motor atau barang elektronik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Minimal jangan ditanggapi, biar nggak kena perangkap. Atau kalau mau coba-coba jadi detektif, berhati-hatilah jangan-jangan anda terkena perangkap juga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biasanya si penipu akan menonaktifkan nomor HP yang tercantum disitu, setelah mencurigai si penelepon bukan orang yang gampang ketipu, karena mereka juga takut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dasar penipun ‘tengik’ &lt;i style=""&gt;laknatullah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-3442679232131624380?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/3442679232131624380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=3442679232131624380' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/3442679232131624380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/3442679232131624380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2008/04/penipu-tengik.html' title='Penipu &apos;TENGIK&apos;'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/SBFJAs5BKMI/AAAAAAAAAIE/DaPkeHuymi4/s72-c/Attack0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-1807997406236837141</id><published>2008-01-29T07:03:00.000+07:00</published><updated>2008-01-29T07:36:42.329+07:00</updated><title type='text'>Orang Tua itu Telah Tiada</title><content type='html'>Akhirnya orang tua itu, mantan presiden Republik Indonesia kedua itu telah tiada.  Sudah cukup penderitaan Pak harto selama dirawat di RS lebih dari duapuluh hari, selain juga penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun.  Penderitaan di akhir hidupnya juga dirasakan menyaksikan demonstasi yang bertubi-tubi yang ditujukan kepadanya dan keluarganya, juga menyaksikan bercerai berainya beberapa anaknya dalam membangun keluarga dan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengesampingkan tuduhan-tuduhan yang ditujukan terhadapnya dan keluarganya, khsusnya atas kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang, toh setidaknya dari sudut pandang subyektif saya, kematian Pak harto terjadi dengan terhormat.  Betapa tidak, timing atas peristiwa kematian ini seolah-olah dipilihkan waktu yang tepat.  Dia mati di saat penguasa negeri ini punya simpati yang besar terhadapnya, penguasa yang notabene dipilih langsung oleh rakyat.  Dengan fakta itu, perlakuan terhadap jasadnya juga terhormat.  Semua saluran televisi baik lokal maupun yang punya cakupan nasional dan sebagian internasional, memberitakan peristiwa ini dengan segala bentuk cara dan rupa.  Kita juga dapat menyaksikan wajah jasad beliau juga seolah sedang tidur pulas dengan wajah yang berseri-seri dan tersenyum seolah sedang bermimpi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, tokoh-tokoh yang selama mendiang masih hidup diketahui umum punya hubungan yang kurang harmonis dengannya bahkan dinobatkan atau menobatkan diri sebagai lawan politik Suharto, secara ksatria, rendah hati memaafkan beliau.  Sebutlah salah satunya AM Fatwa yang sedikitnya 2 kali harus masuk penjara karena harus menentang kebijakan rezim orde baru yang dikomandani Pak harto.  Demikian juga Amien Rais, yang berpuluh-puluh tahun tidak pernah bersilaturahmi dengan keluarga pak harto tentu karena berselisih pendapat yang cenderung berotlak belakang, juga melakukan hal yang sama, di hadapan publik memaafkan semua kesalahan pak harto yang menimpanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun banyak juga tokoh-tokoh yang belum bisa melupakan penderitaan baik langsung maupun tidak langsung sebagai akbiat dari perlakuan rezim waktu itu.  Itu wajar dan merupakan hak semua orang untuk memaafkan atau tidak.  karena kita juga tidak tahu sebenarnya suharto bener-bener salah atau tidak atas suatu kejadian yang mengakibatkan penderitaan yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kematian terhormat Pak Harto.  Beberapa waktu yang lalu saya membaca baik di koran maupun di milis-milis, terdapat perlakuan yang tidak fair terhadap mantan-mantan presiden, khususnya perlakuan terhadap mendiang Pak Karno pada awal pemerintahan Orba dibandingkan dengan perlakuan terhadap mendiang Pak Harto di akhir-akhir hidupnya.  Katanya ada perlakuan negara yang diskriminatif atas keduanya.  Kalau menurut saya hal itu terjadi tidak secara kebetulan.  Meskipun hal itu dilakukan manusia, tapi sesungguhnya itu terjadi karena Allah menghendaki.  Jika Allah menghendaki menghinakan seseorang maka terjadilah, tapi jika Allah menghendaki memuliakan seseorang maka terjadilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan pak Harto, semoga jasa-jasa baikmu selama hidup di dunia diterima di sisi Allah s.w.t, sebagai amal ibadah dan pahalanya dilipatgandakan, dan semua kesalahan dan kekhilafan dapat diampuni.  Demikian juga semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan menjalani kehidupan selanjutnya dengan penuh kearifan serta dapat menjadi contoh dan manfaat bagi orang lain, yaitu pada masyarakat Indonesia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu 'alam bissawab&lt;/em&gt;, hanya Allah yang maha tahu segala sesuatu.  Dan sesungguhnya semua kejadian yang telah berlalu dapat menjadi pelajaran bagi kita yang masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-1807997406236837141?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/1807997406236837141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=1807997406236837141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1807997406236837141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1807997406236837141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2008/01/orang-tua-itu-telah-tiada.html' title='Orang Tua itu Telah Tiada'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-8158231159090207526</id><published>2008-01-15T11:11:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T11:12:06.714+07:00</updated><title type='text'>Sabar itu Nikmat; Tawakkal itu Lezat</title><content type='html'>Kita tidak dapat memaksakan sesuatu yang memang tidak dikehendaki oleh Tuhan, segala sesuatu adalah suatu ketetapan yang tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.  Jodoh, Rizki, Maut dan Nanasib semua sudah ada ketetapannya dan akan tetap menjadi rahasia Tuhan selama itu belum nyata terjadi kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apakah kita juga harus pasif dan apatis dengan semua itu? Jawabannya ‘tidak’.  Kita harus tetap ber-ikhtiar dan berdo’a dan selalu optimis bahwa semua daya upaya, ikhtiar dan do’a kita akan selalu berhasil dan dikabulkan oleh Allah, jangan pernah merasa puas dengan usaha yang telah kita lakukan dan juga jangan pernah merasa bosan.  Yang terpenting adalah ikhtiar yang kita lakukan tetap pada koridor yang digariskan Allah.  Janganlah melakukan ikhtiar dengan cara yang melawan hukum Allah, apalagi itu nyerempet-nyerempet dengan dosa dan bahkan menjurus kepada kemusyrikan, naudzubillahi min dza-lik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai sekarang ikhtiar dan do’a kita belum terjawab dan ketetapan Allah itu ternyata lain dengan harapan kita, selalulah positif thinking atau dalam bahasa kerennya tetaplan khusnudzon (berprasangka baik) kepada Allah.  Kita tidak tahu dan tidak akan pernah tahu rahasia Allah, ada apa dibalik ketidaksesuaian apa yang kita harapkan dengan apa yang menjadi ketetapan Allah, yang kita tahu hanyalah bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaqal.  Kata inilah yang paling pas untuk langkah selanjutnya.  Setelah ikhtiar kita lakukan dan do’a telah kita panjatkan, ber-tawaqal-lah, bahwa kita menyerahkan segala sesuatunya hanya kepada Allah, karena hanya kepada-Nya lah kita bergantung dan bersandar.  Hanya karena Dialah kita ada dan hidup dengan segala kenikmatan dunia dan juga mudah-mudahan dengan seizin Allah kenikmatan akhirat juga akan kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nimatilah segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita, iman, islam, harta, jabatan, umur, kesehatan, suami, istri, anak, keluarga dan kenikmatan lainnya.  Semua itu hanyalah karunia Allah yang sewaktu-waktu dapat juga dicabut/diambil dari kita.  Lakukanlah yang terbaik yang kita mampu, jauhi rasa iri, dengki, rendah diri,  menyombongkan diri, pamer, dan penyakit-penyakit hati lainnya.  Hindarilah berfikir apa yang telah kita dapat dengan prestasi kita, tapi cobalah berfikir prestasi apa yang telah kita sumbangkan berkaitan dengan apa yang telah kita dapatkan.  Terapkanlah itu dalam mengabdi kepada Allah, bekerja di suatu lembaga, menjadi anggota keluarga dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir marilah kita selalu berdo’a agar semua ikhtiar dan do’a yang pernah kita lakukan akan selalu bernilai ibadah.  Demikian semoga Allah meridhoi, amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-8158231159090207526?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/8158231159090207526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=8158231159090207526' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/8158231159090207526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/8158231159090207526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2008/01/sabar-itu-nikmat-tawakkal-itu-lezat.html' title='Sabar itu Nikmat; Tawakkal itu Lezat'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-1282290642924129904</id><published>2008-01-15T08:48:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T08:51:57.106+07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Bukan Manager</title><content type='html'>&lt;em&gt;by : purdiechandra.com&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin itu selalu berpikir meloncat-loncat dan sering membingungkan bawahannya. Melakukan hal-hal yang benar (doing the right things), berani menghadapi resiko dan memiliki motivasi untuk selalu nomor satu. Ide-ide bisnisnya orisinal, dan menaruh mata ke masa depan serta memiliki perspektif jauh ke depan penuh kepercayaan diri. Itu salah satu profil seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun banyak yang menganggap pemimpin itu menyukai segala bentuk macam tantangan, karena rasa optimis yang selalu dimilikinya. Cukup menarik buat saya. Sebab yang saya amati dan rasakan, pemimpin bukan hanya mampu menggerakan orang lain, melainkan juga berani mengambil pola pikir yang tidak populer sekalipun, mampu memberikan solusi, dan memiliki semangat untuk menjadi yang selalu terdepan.Teliti punya teliti, ternyata dalam menjalankan bisnis saat ini maupun masa datang, memang seharusnya memiliki manager leader, manager yang punya jiwa pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebabnya adalah persaingan yang serba kompetitif, situasi bisnis yang kompleks dan sulit diramalkan keberlangsungannya, sehingga sangat dibutuhkan sosok manager seperti itu. Kalau tidak, kita akan kalah bersaing. Akibatnya, bisnis kita yang kita jalankan akan sulit maju.Saya setuju pendapat pakar manajemen yang mengatakan, kalau pemimpin itu selalu melakukan hal-hal yang benar, sementara manager hanya mampu melakukan hal-hal dengan&lt;br /&gt;benar (doing the things right). Dimana, seorang pemimpin di dalam melakukan hal-hal yang benar tidak terlalu memperdulikan caranya. Itu tak terlalu penting baginya. Sebab, bagi seorang pemimpin, hal-hal yang menyangkut urusan pelaksanaan idenya itu adalah tugas manager. Pemimpin selalu berpikir loncat-loncat, dan jangkauannya seringkali panjang, bisa membingungkan bawahan untuk mengikutinya.Lain halnya dengan manager. Jangkauan ide&lt;br /&gt;atau gagasannya pendek, dan wawasannya relatif kering. Kewajibannya adalah bagaimana melakukan tugasnya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manager baru jalan setelah ada planning dulu, sudah ada program kerja atau prototype-nya. Wajar kalau ada yang berpendapat bahwa pada dasarnya Manager itu tiruan, sementara pemimpin adalah orisinal.Itu mengingatkan, ide atau gagasan seorang pemimpin tidak pakai planning. Responsibilitasnya memang tidak setiap saat muncul. Bila ternyata ide-ide bisnisnya yang dijalankannya itu nanti benar atau salah, urusan belakangan. Baginya yang terpenting&lt;br /&gt;telah menemukan ide bisnis yang cemerlang.Kita bisa juga lihat, bahwa manager dalam rangka mempertahankan proses atau kontinuitas kerjanya cenderung menerima status quo. Statusnya ingin aman-aman saja. Bahkan, kalau perlu menghindar dari resiko. Tapi sebaliknya dengan pemimpin. Ia justru menentang status quo, dan lebih berani menghadapi resiko. Perbedaan lainnya, adalah seorang manager itu suka bertanya, bagaimana dan kapan terhadap&lt;br /&gt;sesuatu hal. Sedangkan, pemimpin lebih suka bertanya, apa dan mengapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemimpin lebih terkesan ingin menjadi pribadinya sendiri, dan menguasai lingkungannya. Sementara, manager adalah "tentara baik" yang klasik, dan menyerah kepada lingkungan.Manager dalam menjalankan aktivitasnya juga sangat bergantung pada pengawasan. Dia ingin selalu mengelola dan mempertahankan bisnis yang sudah ada, serta lebih berfokus kepada sistem dan struktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, pemimpin lebih merupakan sosok yang justru mampu membangkitkan kepercayaan bawahanya atau relasinya. Itu sebabnya, mengapa fokus seorang pemimpin lebih kepada orang, dan bukan kepada sistem atau struktur.Oleh karena itu, jika kita sekarang berada pada posisi manager, sebaiknya tidak menafikan atau menghilangkan nuansa-nuansa atau jiwa kepemimpinan. Agar segala keputusan yang diambil tidak kering, lebih tenang dalam&lt;br /&gt;menjalankan bisnis, mampu mengantisipasi hal-hal yang tak pasti, energik, antusias, memiliki integritas, tegas tapi adil, visi bisnisnya lebih jelas, dan mampu memproyeksikan bisnis ke-masa depan.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-1282290642924129904?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/1282290642924129904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=1282290642924129904' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1282290642924129904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1282290642924129904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2008/01/pemimpin-bukan-manager.html' title='Pemimpin Bukan Manager'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-8688095795731418588</id><published>2008-01-15T08:40:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T08:47:43.589+07:00</updated><title type='text'>Wong Edan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Beginilah kira-kira percakapan yang terjadi bila orang batak yang sok tahu bertemu dengan mbak-mbak bakul jamu di sebuah lingkungan kos-kosan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Alkisah di suatu hari libur panjang (long weekend) di sebuah perkampungan kos mahasiwa di belakang kampus perguruan tinggi di jogja. Seorang mahasiswa etnis batak yang orang tuanya nun jauh di seberang sana, tidak punya biaya untuk pulang kampung. Jadilah dia sendirian di kosannya karena teman2nya pada pulang kampung.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Di pagi hari yang agak siang ketika dia sedang bengong ngelamun jorok, karena nggak ada temen ngobrol, di lihatlah seorang mbak-mbak bakul jamu gendong melewati depan rumah kosnya. Mbak bakul jamu, meskipun umurnya udah agak setengah tuwa alias STW, tapi menurut kriteria si mahasiswa ini, masih mak nyus untuk digodain. Diputarlah otak untuk mencari jalan menggoda si mbak ini, maka ditemukan cara jitu untuk membuat mbak itu sebagai temen ngobrol sekaligus ngegodain.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Meskipun seumur-umur dia ngga pernah dan tidak suka dengan jamu (apalagi jamu gendong), dia berpura-pura mau beli jamu gendong. Maka terjadilah dialog di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Mahasiswa (M) : Mbak Jamu… (dengan logat batak yang kental alias medhok sekali),&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;Mbak Jamu (J) : Inggih Mas… Ngundang kula? (bahasa khas mbak bakul jamu gendong asal sragen, agak ragu akan panggilan si batak ini),&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;M : Kesini sebentar, saya mau beli jamu…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;J : Injih mas…, (jawab mbak jamu sambil jalan mendekat)…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;M : Masih ada nggak jamunya?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;J : Sampun &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;telas&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;mas…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;M : ah…. Apa saja lah, pakai &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;talas&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;juga nggak apa apa… mau saya,..(dia pikir jamu pakai daun talas itu hal yang lumrah)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;J : Ngapuntene Mas…. Sampun mboten &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;wonten&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;M : Pake &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;santen&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; juga boleh, malah lebih gurih khan?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;J : Dasar &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;wong edan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;…, gerutu mbak bakul jamu.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;em&gt;M : Lho… mbak ini tahu dari mana saya &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff33;"&gt;orang medan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;J :&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#ff0000;"&gt;??%%$#@$&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-8688095795731418588?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/8688095795731418588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=8688095795731418588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/8688095795731418588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/8688095795731418588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2008/01/wong-edan.html' title='Wong Edan'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-1955251910515408402</id><published>2007-11-30T14:44:00.001+07:00</published><updated>2007-11-30T14:48:25.565+07:00</updated><title type='text'>Jadilah Orang Besar dan Tetap Merasa Kecil</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/R0_AJ4KOrcI/AAAAAAAAAGk/-ZCTFwf1I8M/s1600-R/scan0001.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138536975779671490" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 166px; CURSOR: hand; HEIGHT: 123px" height="161" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/R0_AJ4KOrcI/AAAAAAAAAGk/C-Gc6XYEKyQ/s320/scan0001.jpg" width="198" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebanyakan dari manusia sebagai makhluk sosial ingin memiliki dan menunjukkan eksistensinya, ingin mempunyai kedudukan, ingin punya ilmu, ingin punya kekayaan dan pada muaranya ingin memiliki status sosial yang baik dan kalau bisa melebihi orang lain. Bahkan sebagian orang menginginkan menjadi orang besar, orang terpandang, orang yang dihormati dan setiap orang respect terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu keinginan tentu saja itu sah-sah saja dan memang sesuatu yang menjadi fitrah manusia dan alamiah atau dalam bahasa agama disebut sunatullah. Namun untuk mendapatkan keinginan itu, agar hasilnya tidak menimbulkan efek samping, tentu saja cara-cara yang dilakukan untuk mendapatkan yang diinginkan tersebut harus mengikuti sunatullah juga. Jangan melakukan hal-hal yang melawan sunatullah bahkan menabrak rambu-rambu yang ditetapkan oleh Tuhan, karena dijamin hasilnya (kalau membuahkan hasil) tidak akan memuaskan baik diri sendiri maupun orang lain. Orang yang sukses dengan cara-cara yang melanggar rambu Tuhan, melanggar sunatullah, dipastikan akan cenderung berwatak tidak bagus, cenderung &lt;em&gt;sombong&lt;/em&gt; (bukan &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Kondom"&gt;alat kontrasepsi &lt;/a&gt;lho..), membanggakan diri, menganggap rendah orang lain dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rendah Hati tanpa Rendah Diri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berhasil meraih cita-citanya dengan memperhatikan norma-norma dan rambu-rambu serta Sunatullah, dia akan tetap tawadhu’, rendah hati dan selalu bersyukur atas apa yang telah dicapainya, baik melalui ucapan maupun melalui perbuatan dengan semakin tekun beribadah dan makin mantap terlihat kedermawanan sosialnya. Tapi orang yang rendah hati tidak pernah rendah diri, dia tetap akan optimis dan tidak pernah merasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tetap merasa jadi orang kecil&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih hebat lagi adalah orang yang tidak pernah merasa besar. Orang seperti ini mungkin saja telah menjadi orang besar meskipun dia tidak meniatkannya. Meskipun sejatinya dia telah menjadi orang besar, orang terpandang, orang yang disegani, orang yang dihargai menurut pandangan orang lain, dia tetap merasa menjadi orang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang seperti ini mungkin saja tidak pernah memimpikan ataupun bercita-cita menjadi orang besar, yang ada dalam benaknya dalah bagaimana dia menjalani hidup dengan semestinya. Cita-citanya adalah ingin menjadi orang biasa yang hidup dengan tentram, tanpa ambisi, tanpa iri hati apalagi dengki. Hidup dijalaninya mengikuti falsafah air, mengalir ke mana saja tempat yang lebih rendah. Namun dmikian dia bukannya tidak berguna, dia sangat dicari orang karena tanpa keberadaannya orang akan sengsara, orang akan susah menjalani hidup. Orang tidak akan beranggapan bahwa ada dan tiadanya dia nggak masalah, justru sebaliknya, adanya dia orang akan merasa terbantu, tertolong, terjamin hidupnya dan lepas akan segala dahaga. Sebaliknya tanpa adanya dia, orang akan kehilangan dan mencari kemana dia pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun menurut orang lain, dia banyak di-‘&lt;em&gt;dholimi&lt;/em&gt;’ oleh penguasa, tapi dia tidak pernah merasa begitu. Dengan sabar dia menerima apa yang dicobakan kepadanya, karena apa yang terjadi di dunia ini, pasti ada karena ridho Tuhan yang mana kuasa dan hama berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Type orang seperti ini meskipun sejatinya dia masih tergolong orang kecil, secara tidak sadar, dia telah menjadi orang besar. Dia punya kebesaran jiwa, kebesaran budi pekerti dan kebesaran iman. Dan bahkan meskipun sebenarnya dia telah menjadi orang besar, dia tetap merasa menjadi orang kecil, karena ketawadlu’annya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bissawab&lt;/em&gt;, hanya Allah yang maha tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wassalamualaikum wr.wb.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-1955251910515408402?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/1955251910515408402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=1955251910515408402' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1955251910515408402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1955251910515408402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/jadilah-orang-besar-dan-tetap-merasa.html' title='Jadilah Orang Besar dan Tetap Merasa Kecil'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/R0_AJ4KOrcI/AAAAAAAAAGk/C-Gc6XYEKyQ/s72-c/scan0001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-2733156440556393977</id><published>2007-11-19T15:56:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T16:00:53.123+07:00</updated><title type='text'>Daging Babi DI Singapura Halal, Piye toh...</title><content type='html'>&lt;div&gt;Hari ini kudapatkan email dari rekan, berisi foto yang menunjukkan bahwa ada salah satu produk daging babi dalam kemasan (fresh pork) yang ada sertifikat halalnya MUI-nya sana, piye toh??? jangan-jangan sertifikat palsu untuk menyesatkan orang ke liang neraka...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134473541580664226" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 394px; CURSOR: hand; HEIGHT: 212px; TEXT-ALIGN: center" height="278" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/R0FQe4KOraI/AAAAAAAAAGM/o4iKRf08aWs/s320/babihalalsg.JPG" width="440" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-2733156440556393977?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/2733156440556393977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=2733156440556393977' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/2733156440556393977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/2733156440556393977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/daging-babi-di-singapura-halal-piye-toh.html' title='Daging Babi DI Singapura Halal, Piye toh...'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/R0FQe4KOraI/AAAAAAAAAGM/o4iKRf08aWs/s72-c/babihalalsg.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-7091683214124779811</id><published>2007-11-19T13:33:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T15:54:54.210+07:00</updated><title type='text'>"To forgive is to forget"</title><content type='html'>Sebuah renungan bagus, &lt;em&gt;e-mail&lt;/em&gt; dari seorang sahabat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;di atas pasir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;; &lt;strong&gt;HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffff66;"&gt;di sebuah batu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;; &lt;strong&gt;HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambi l tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan pasangan, suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll,karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya &lt;em&gt;cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu&lt;/em&gt;. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebh besar ketimbang kekecewaan masa lalu. &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ffff00;"&gt;Nobody's perfect&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Belajarlah menulis di atas pasir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-7091683214124779811?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/7091683214124779811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=7091683214124779811' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/7091683214124779811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/7091683214124779811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/to-forgive-is-to-forget.html' title='&quot;To forgive is to forget&quot;'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-4587847350702380343</id><published>2007-11-15T09:18:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T09:49:18.518+07:00</updated><title type='text'>Politisi Busuk atau Pemilih Busuk?</title><content type='html'>Perpolitikan negeri kita dewasa ini sedang mengalami ingar-bingar dan euforia yang menurut sebagian orang cenderung kebablasan.  Hal ini juga diiringi dan didukung oleh era yang katanya tengan mengalami proses reformasi dan kebebasan, sehingga orang dengan mudahnya membentuk partai politik dengan berbagai macam aliran, falsafah dan ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai politik yang kata orang sebagai pilar demokrasi itu banyak berdiri di berbagai kelompok dengan berbagai tujuan.  Ada yang memang punya tujuan mulia ingin memberdayakan kekuatan rakyat sebagai pengatur negeri dan memperjuangkan hak-hak politik, ekonomi dan sosial-nya.  Tapi hanya sedikit dan bahkan cenderung langka menemukan orang yang bertujuan mulia seperti itu di negeri ini.  Yang banyak adalah tujuan yang busuk, yaitu yang orientasinya hanya untuk uang dan kekuasaan saja.  Meskipun ada satu-dua orang yang bertujuan tulus dan luhur, pada akhirnya mau tidak mau harus mengikuti trend dan mengikuti arus berubah orientasi, juga demi kedudukan dan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, menjelang pemilihan calon anggota legislatif tahun 2004, muncul jargon-jargon yang dilontarkan oleh LSM-LSM non partisan, yang menghimbau rakyat agar tidak memilih ‘politisi busuk’ dalam pemilihan anggota DPR nanti.  Politisi busuk tentunya dialamatkan pada para calon anggota legislatif yang maju bertarung memperebutkan simpati dan dukungan masa dengan cara-cara yang tidak fair, seperti politik uang, atau politisi yang ketahuan rekam jejak (baca : track record) nya sudah diketahui buruk karena KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah pernyataan itu, bahwa kita sebagai rakyat pemilih (kalau mau menggunakan hak pilihnya) harus memilih orang-orang yang amanah, jujur, kompeten dan bertanggung jawab atau dalam bahasa kerennya adalah &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Shiddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (STAF) yang mewarisi sifat-sifat Nabiullah Muhammad S.A.W.  Tapi juga harus juga diingat dan kita sebagai rakyat pemilih, punyakah kita sifat2 itu??  Jangan-jangan kita juga tergolong hal yang busuk tadi (seperti politisi yang disebutkan di atas).  Masih banyak dari kita rakyat pemilih, hanya mau memilih politisi yang maju sebagai kandidat yang memberikan sesuatu (uang, barang, pelayanan gratis dlsb.) alias menyogok ke pemilih.  Kalau demikian adanya kita juga dapat dikategorikan sebagai pemilih busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau pemilihnya juga busuk, jangan harap akan mendapat politisi yang tidak busuk.  Hal ini terbukti dalam sejarah euforia reformasi di negeri ini.  Kita lihat pemimpin negeri ini di segala sektor dan segala lini, hampir semuanya dikuasai oleh orang-orang yang busuk tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah………..  mungkin negeri ini belum rejekinya memperoleh pemimpin yang punya sifat STAF.  Tapi jangan pesimis, selalu masih ada harapan meskipun hanya setitik berkas sinar.  Mari introspeksi diri kita dan mari perbaiki hati, pikiran dan perilaku kita mulai dari hal-hal yang kecil, dari diri sendiri dan mulai dari sekarang.  Yang terakhir ini meminjam istilahnya Aa Gym.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Wassalam.-&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-4587847350702380343?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/4587847350702380343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=4587847350702380343' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4587847350702380343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4587847350702380343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/politisi-busuk-atau-pemilih-busuk.html' title='Politisi Busuk atau Pemilih Busuk?'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-1481066158713117974</id><published>2007-11-12T16:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T07:07:49.912+07:00</updated><title type='text'>Mutiara Hati</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Amati Pikiranmu Karena Akan Jadi Ucapanmu&lt;br /&gt;Amati Ucapanmu Karena Akan Jadi Tindakanmu&lt;br /&gt;Amati Tindakanmu Karena Akan Jadi Kebiasaanmu&lt;br /&gt;Amati Kebiasaanmu Karena Akan Jadi Karaktermu&lt;br /&gt;Amati Karaktermu Kerena Boleh Jadi Akan Menentukan Nasibmu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/Rzjqm4YRSII/AAAAAAAAAFc/dZAR_US6aak/s1600-h/C-Bulding2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132109729078790274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 144px; CURSOR: hand; HEIGHT: 163px" height="193" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/Rzjqm4YRSII/AAAAAAAAAFc/dZAR_US6aak/s320/C-Bulding2.jpg" width="110" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kata-kata mutiara itu terpampang jelas di tembok sebuah ruang tunggu ruang pemasaran dan ticketing pusat rekreasi keluarga dan outbond di kawasan Jati Warna Pondok Gede. Meskipun hanya tertulis di dua lembar kertas kuarto yang disambung memanjang dan ditempel di whiteboard, menurut saya makna yang terkandung di dalamnya sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja kalau dirunut dari atas ke bawah dan coba kita buat shortcut cara bacanya maka hanya dengan pikiran saja, bisa jadi akan menentukan nasib. Sebagai contoh orang yang selalu punya pikiran jorok (pikjor) dapat dibayangkan bahwa nasibnyapun akan jorok dan orang yang membiasakan diri mempunyai pikiran yang cemerlang dan bersih, nasibnya akan berakhir dengan cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya biasakan punya pikiran yang jernih, maka otakpun akan cemerlang, hati akah bening. Dengan begitu akan banyak teman yang mendekat, karena tutur dan ucapannya adalah yang baik dan bermanfaat, tidak menyakiti perasaan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya tidak melihat relevansi antara tulisan yang tertempel di dinding itu dengan aktifitas yang ada pada pusat rekreasi keluarga ini. Tapi setelah melalui proses penerungan yang tidak terlalu lama, kutemukan benang merahnya, yaitu karena fasilitas yang tersedia di dalam pusat rekreasi keluarga ini lebih banyak diperuntukkan bagi tunas-tunas dan praja-praja calon penerus cita-cita bangsa. Dalam pusat rekreasi keluarga itu ada arena outbond anak2, kolam renang, outbond dewasa dan wisma penginapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena letaknya yang strategis maka siapapun yang sedang berada di ruang tunggu dan ticketing akan menangkap deretan huruf-huruf yang terangkai menjadi bait-bait indah penuh makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bijak perangkai kaimat itu, semoga Allah melimpahi barokah terhadapnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-1481066158713117974?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/1481066158713117974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=1481066158713117974' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1481066158713117974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/1481066158713117974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/mutiara-hati.html' title='Mutiara Hati'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/Rzjqm4YRSII/AAAAAAAAAFc/dZAR_US6aak/s72-c/C-Bulding2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-4494231221018587430</id><published>2007-11-09T13:52:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T07:09:23.887+07:00</updated><title type='text'>Don’t Worry Be a Follower *)</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzQGDYYRSHI/AAAAAAAAAFU/pddZ-GGVqPc/s1600-h/tekeng.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130732530635458674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 135px; CURSOR: hand; HEIGHT: 112px" height="167" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzQGDYYRSHI/AAAAAAAAAFU/pddZ-GGVqPc/s320/tekeng.jpg" width="223" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kebanyakan dari kita mungkin sering mendengar kata mengekor, mengikuti, mencontoh. Mari kita bedakan antara mencontoh atau meng-copy dengan mencontek. Secara konotasi, mencontek punya arti yang buruk di mata siapapun. Mencontek dalam kamus seorang pelajar adalah membuka atau mengintip catatan atau buku atau bahkan contekan yang telah disiapkan dalam bentuk “CHIP” tatkala sedang menghadapi soal-soal ujian, dengan cara curi-curi. Dalam kehidupan sosial sehari-hari, mencontek biasa ditemui oleh orang-orang yang mencuri ide atau menjiplak hasil karya (kekayaan intelektual) dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan mencontoh, orang yang mencontoh tidak mencontek atau menjiplak. Sadar atau tidak dan diketahui atau tidak, sering kali orang telah mencontoh orang-orang lain yang lebih dari dirinya. Bayangkan, apa yang kita lakukan selama ini, seperti berjalan, bicara, bertingkah laku pada awalnya kita lakukan dengan mencontoh orang yang terlebih dahulu bisa berjalan, terlebih dahulu bisa bicara dan sebagainya. Tapi dalam mencontoh itu kita akan menemukan cara kita sendiri, seperti gaya berjalan yang lain daripada orang lain dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan takut menjadi follower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak kata-kata bijak seorang yang pakar berikut ini: “Tirulah orang-orang hebat dan anda pasti akan gagal dalam meniru, tapi temukanlah diri anda dalam proses meniru itu dan anda akan hebat melebihi yang anda tiru”. Kenapa orang akan gagal dalam meniru orang hebat? Karena memang orang yang meniru pastilah berbeda dengan yang ditiru, baik kondisinya, latar belakangnya dan gayanya (style-nya). Namun demikian janganlah takut gagal dalam meniru, anda meniru bukan hebatnya, anda meniru bukan orangnya, tapi yang anda tiru adalah caranya bagaimana menjadi hebat. Kalau dalam proses meniru itu anda lakukan dengan sungguh-sungguh, niscaya anda akan menemukan gaya yang berbeda, cara yang berbeda dan juga jalan yang berbeda, karena dalam proses meniru, melalui juga proses berpikir dan proses kreatif untuk memodifikasi cara-cara yang lebih pas dengan kondisi dan latar belakang anda. Bisa jadi anda akan menjadi orang yag lebih hebat dari yang sebelumnya anda tiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarkan juga kata-kata bijak seorang pakar berikut : “Kalau anda takut jadi pengikut, anda tidak akan dapat mendahului yang anda ikuti”. Sebagai contoh dalam sebuah balapan motor atau mobil, bagaimana orang bisa menyalip lawan yang ada di depannya kalau tidak terlebih dahulu ada di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tetaplah optimis, meskipun harus menjadi follower pada awalnya. Semoga sukses menyertai kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*) Inspired from Mario Teguh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-4494231221018587430?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/4494231221018587430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=4494231221018587430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4494231221018587430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4494231221018587430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/dont-worry-be-follower.html' title='Don’t Worry Be a Follower *)'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzQGDYYRSHI/AAAAAAAAAFU/pddZ-GGVqPc/s72-c/tekeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-4314719852207436422</id><published>2007-11-05T09:43:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T07:12:01.856+07:00</updated><title type='text'>Harta Karun untuk Semua oleh Dewi Lestari</title><content type='html'>&lt;div&gt;Renungan Bagus dari Mba DIE,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjrqoYRSJI/AAAAAAAAAFk/CUNdJqP6SdU/s1600-h/dewiles1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132110893014927506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 136px" height="212" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjrqoYRSJI/AAAAAAAAAFk/CUNdJqP6SdU/s320/dewiles1.jpg" width="163" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini kiriman buku yang saya pesan dari HYPERLINK " &lt;&lt;a title="blocked::http://amazon./" href="http://amazon./"&gt;http://amazon./&lt;/a&gt;&gt;&lt;a title="blocked::http://amazon./" href="http://amazon./"&gt;http://amazon./&lt;/a&gt; com/" \nAmazon.com datang. Ada satu buku yang langsung sayasambar dan baca seketika. Judulnya: "Stuff - The Secret Lives of EverydayThings". Buku itu tipis, mhanya 86 halaman, tapi informasi di dalamnyabercerita tentangperjalanan ribuan mil dari mana barang-barang kita berasal dan ke manabarang-barang kita berakhir. Dimulai sejak SD, saat saya pertama kali tahu bahwa plastik memakan wakturatusan tahun untuk musnah, saya sering merenung: orang gila mana yangmencipta sesuatu yang tak musnah ratusan tahun tapi masa penggunaannya hanyadalam skala jam-bahkan detik? Bungkus permen yang hanya bertahan sepuluhdetik di tangan, lalu masuk tong sampah, ditimbun di tanah dan baru hancursetelah si pemakan permen menjadi fosil. Sukar membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa plastik, tanpa cat, tanpadeterjen, tanpa karet, tanpa mesin, tanpa bensin, tanpa fashion. Dan sebagaikonsumen dalam sistem perdagangan modern, sejak kita lahir rantaipengetahuan tentang awal dan akhir dari segala sesuatu yang kita konsumsitelah diputus. Kita tidak tahu dan tidak dilatih untuk mau tahu ke manakemasan styrofoam yang membungkus nasi rames kita pergi, berapa banyak pohonyang ditebang untuk koran yang kita baca setengah jam saja, beban polutanyang diemban baju-baju semusim yang kita beli membabi-buta. Untuk aktivitas harian yang kita lewatkan tanpa berpikir, yang terasawajar-wajar saja, pernahkah kita berhitung bahwa untuk hidup 24 jam kitabisa menghabiskan sumber daya Bumi ini berkali-kali lipat berat tubuh kitasendiri? Untuk menyiram 200 cc air kencing, kita memakai 3 liter air. Untuk mencucisecangkir kopi, kita butuh air sebaskom. Untuk memproduksi satu lapis dagingburger yang mengenyangkan perut setengah hari dibutuhkan sekitar 2,400 literair. Produksi satu set PC seberat 24 kg yang parkir di atas meja kerja kitamenghasilkan 62 kg limbah, memakai 27,594 liter air, dan mengonsumsi listrik2,300 kwh. Bagaimana dengan chip kecil yang bekerja di dalamnya? Limbah yangdihasilkan untuk memproduksinya 4,500 kali lipat lebih berat daripada beratchip itu sendiri. Mengetahui mata rantai tersembunyi ini bisa menimbulkan berbagai reaksi.Kita bisa frustrasi karena terjepit dalam ketergantungan gaya hidup yang takbisa dikompromi, kita bisa juga semakin apatis karena tidak mau pusing. Yang jelas, sesungguhnya ini adalah pengetahuan yang sudah saatnya dibuka. Pelajaran Ilmu Alam, selain belajar penampang daun dan membedah jantungkatak, dapat dibuat lebih empiris dengan mempelajari hulu dan hilir daribenda-benda yang kita konsumsi, sehingga tanggung jawab akan alam initelah disosialisasik an sejak kecil. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki gedung FO empat lantai,PasarBaru, atau berjalan-jalan ke Gasibu pada hari Minggu di mana ada LautanPKL: tidakkah semua baju dan barang-barang itu mampu memenuhi kecukupanpenduduk satu kota ? Tapi kenapa barang-barang ini tidak ada habisnyadiproduksi? Setiap hari selalu ada jubelan pakaian baru yang menggelontoripasar. Pernahkah kita merenung, saat kita memasuki hypermarket dan melihatratusan macam biskuit, ratusan varian mie instan, dan ratusan merk sabun:haruskah kita memiliki pilihan sebanyak itu? Pernahkah kita merenung, apa yang kita inginkan sesungguhnya jauh melebihiapa yang kita butuhkan? Atas nama kecukupan, satu manusia bisa hidup dengan lima pasang baju dalamsetahun, bahkan lebih.Atas nama fashion, jumlah itu menjadi tidak berbatas.Atas nama kebutuhan, satu manusia bisa hidup dengan beberapa pilihanpanganan dalam sehari. Atas nama selera dan nafsu, seisi Bumi tidak akan sanggup memenuhi keinginansatu manusia. Permasalahan ini memang bisa dilihat dari berbagai kaca mata. Seorang ekonommungkin akan menyalahkan sistem kapitalisme dan globalisasi. Seorangsosialis akan mengatakan ini masalah distribusi dan pemerataan. Tapi jikakita runut, satu demi satu, bahwa Bumi adalah kumpulan negara, negara adalahkumpulan kelompok, dan kelompok adalah kumpulan individu, permasalahan iniakan kembali ke pangkuan kita. Dan kesadaran serta kemauan kitalah yang padaakhirnya akan memungkinkan sebuah perubahan sejati. Belum pernah dalam sejarah kemanusiaan keputusan harian kita menjadi sangatmenentukan. Tidak perlu menunggu Amerika menyepakati protocol Kyoto, tidakperlu juga menunggu penjarah hutan tertangkap, setiap langkah kita-memilihmerk, kuantitas, tempat, gaya hidup-adalah pilihan politis dan ekologis yangmenentukan masa depan seisi Bumi. Saya belum bisa mengorbankan komputer karena itulah instrumen saya bekerja,tapi saya bisa lebih awas dengan jam penggunaan dan mematikannya jika tidakperlu. Saya belum bisa mengorbankan kebutuhan akan informasi, tapi saya bisamemilih membaca berita lewat internet atau membaca koran di tempat publikketimbang berlangganan langsung. Bagaimana dengan fashion? Di dunia citraini, dengan profesi yang mengharuskan banyak tampil di muka publik, saya punbelum bisa mengorbankan keperluan fashion (baca: membeli busana lebih seringdari yang dibutuhkan), tapi saya bisa membuat komitmen dengan lemaripakaian, yakni baju yang saya miliki tidak boleh melebihi kapasitas lemarisaya. Jika lebih, maka harus ada yang keluar. Dan setiap beberapa bulan sayadihadapkan pada kenyataan bahwa ada baju yang tidak saya pakai setahun lebihatau baju yang cuma sekali dipakai dan tak pernah lagi. Bukan cuma baju, adajuga buku, pernik rumah, alat dapur, bahkan sabun dan sampoyang utuh tak disentuh. Alhasil, dalam rumah saya ada semacam peti-peti 'harta karun', yangberisikan barang-barang yang harus keluar dari peredaran, karena jikadipertahankan hanya menjadi kelebihan tanpa lagi unsur manfaat. Harta karunini lantas harus dicarikan lagi outlet untuk penyaluran. Pada waktu perayaan 17 Agustus, di kompleks saya diselenggarakan bazaar.Para warga menyewa stand untuk berjualan. Saya ikut berpartisipasi, dansayalah satu-satunya penjual barang bekas di antara penjual barang-barubaru. Karena bukan demi cari untung, barang-barang itu saya lepas denganharga sangat murah. Yang membeli bukan cuma warga kompleks, tapi juga darikampung sekitar. Hari pertama, saya sudah kehabisan dagangan. Terpaksa sayamengontak saudara-saudara saya yang barangkali juga punya barang bekas untukdisalurkan. Sama dengan saya, mereka pun punya timbunan harta karun yangentah harus diapakan. Stand saya menjadi salah satu stand paling larisselama bazaar berlangsung. Dan kakak saya terkaget-kaget dengan penghasilanyang ia dapat dari tumpukan barang yang sudah dianggap sampah. Berjualan di bazaar tentu bukan satu-satunya jalan, ada aneka cara kreatiflain untuk memanfaatkan harta karun kita, termasuk juga disumbangkan .. Namun yang lebih sukar adalah memulai membuat komitmen-komitmen pembatasandiri. Berkomitmen dengan rak buku, dengan lemari pakaian, dengan rak kamarmandi, dengan laci dapur, dan pada intinya... dengan diri sendiri. Siapkahkita menentukan batasan dan berjalan dalam koridor itu? Dan, yang lebih susah lagi, adalah pengendalian diri dari awal bersua anekapilihan yang membombardir kita setiap hari, lalu sadar dan mawas akan rantaisebab-akibat yang menyertai pilihan kita. Membuka diri untuk info danpengetahuan ekologi adalah salah satu cara pembekalan yang baik. Walaupunsekilas tampak merepotkan dan bikin frustrasi, tapi kantong kresek yang kitabuang tadi pagi tidak akan hilang oleh sihir, dan hamburger yang kita makantidak dipetik dari pohon. Rantai yang menyertai barang-barang itu tidak akanhilang hanya karena kita menolak tahu. Banyak orang yang berkomentar pada saya, " Aduh , Wi . Kamu bikin hiduptambah susah saja." Dan mereka benar. Hidup ini tak mudah. Untuk itu kitajustru harus belajar menghargai setiap jengkalnya. Memilih hidup yang lebihsederhana, hidup dengan tempo yang lebih pelan, hidup dengan pengasahankesadaran, tak hanya membantu kita lebih eling dan terkendali, tapi jugamembantu Bumi ini dan jutaan manusia yang dijadikan alas kaki oleh industridemi pemenuhan nafsu konsumsi kita sendiri. Lingkaran setan? Ya. Tapi tidak berarti kita tak sanggup berubah. Selama ini kita adalah pembeli yang berlari. Dalam kecepatan tinggi kitabertransaksi, sabet sana sabet sini, tanpa tahu lagi apa yang sesungguhnyakita cari.Berhentilah sejenak. Marilah kita berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-4314719852207436422?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/4314719852207436422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=4314719852207436422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4314719852207436422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/4314719852207436422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/harta-karun-untuk-semua-oleh-dewi.html' title='Harta Karun untuk Semua oleh Dewi Lestari'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjrqoYRSJI/AAAAAAAAAFk/CUNdJqP6SdU/s72-c/dewiles1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-2567426889405173850</id><published>2007-11-05T08:35:00.000+07:00</published><updated>2007-11-05T09:37:02.857+07:00</updated><title type='text'>Angkutan Umum Jakarta</title><content type='html'>Tak terelakkan lagi bahwa hari pertama masuk bekerja setelah libur panjang dalam rangka perayaan hari raya idul fitri 1428 H (2007) di Jakarta, kemacetan kembali meradang, bahkan cenderung menggila.  Menurut pusat dana dan analisis transportasi kota, jumlah kendaraan di Jakarta sampai tahun 2003 mencapai 6.506.244 unit. Dari jumlah itu 1.464.626 di antaranya merupakan jenis mobil berpenumpang, 449.169 mobil beban (truk), 315.559 bus, dan 3.276.890 sepeda motor. Pertambahan paling fantastis terjadi pada jenis kendaraan sepeda motor yang pertumbuhannya mencapai ratusan ribu kendaraan pada tahun-tahun terakhir ini (tahun 2001 sepeda motor bertambah 333.510 unit, tahun 2002 bertambah 223.896 unit, tahun 2003 bertambah 365.811 unit).  Dengan jumlah kendaraan itu saja, ruas-ruas jalan protokol hingga jalan tikus saja sudah menyebabkan kemacetan.  Apatah lagi dewasa ini sedang dibangun jalur-jalur bus berjalur khusus yang disebut Transjakarta alias Busway sebanyak 3 koridor secara bersamaan.  Parahnya adalah pembangunan jalur tersebut dilakukan dengan mengeraskan jalan dengan beton setebal kurang lebih 20 centimeter dan mengambil satu lajur dari 2 atau 3 jalur yang sekarang ada.  Bahkan ada jalan yang hanya memiliki satu jalur dan diambil untuk di-cor, setidaknya saya lihat di calon jalur busway koridor 9 – pinang ranti – pluit, ruas perempatan Garuda (Tamini Square) ke Terminal Pinang Ranti, Jakarta Timur.  Gimana gak macet total coba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini makin diperparah dengan datangnya musim hujan yang dialami ibukota, yang semua orang juga tahu bahwa saluran drainase di kota kita ini emang semrawut (bila gak mau disebut acak adul), maka bila hujan datang sebentar aja genangan udah terjadi di mana-mana, maka udah dapat ditebak, macet juga terjadi di mana-mana, belum lagi ditambah para bikers (pengendara sepeda motor) yang kebanyakan tidak taat hukum, berteduh dan memarkir motornya di kolong jembatan layang atau jembatan penyeberangan dan menghabiskan hampir seluruh badan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah busway.  Angkutan massal yang digagas oleh gubernur DKI Sutiyoso (bang yos) itu pada tataran ide memang bagus.  Meskipun dalam implementasinya harus menyebabkan permasalahan seperti kemacetan terseut di atas, diharapkan dengan adanya jalur-jalur busway kemacetan di Jakarta dapat sedikit teratasi, karena diharapkan sebagian pengguna mobil pribadi dapat beralih ke bus tersebut dan pengendara motor yang ugal-ugalan dan saling serobot di jalan dapat belajar tertib dengan mengantre menggunakan sarana transportasi umum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang sebetulnya itu bukan jawaban yang jitu untuk menanggulangi kemacetan di Jakarta.  Sebagaimana sarana transport masal yang ada di negara-negara maju di dunia ini, bahkan negara tetangga terdekat kita-Singapore dan Malaysia, menggunakan sarana transpor dengan basis kereta api.  Sebut saja MRT di Singapore dan LRT di Kuala Lumpur.  Harusnya kita di jakarta ini juga sudah sejak lama menggunakan moda itu untuk menjawab kemacetan.  Tapi kenapa kita mo bikin monorel yang panjangnya tidak seberapa saja, kagak kelar-kelar????  Sedangkan Subway yang rencananya membentang dari Lebak bulus ke Kota saja juga masih wacana ke wacana berikutnya.  Semoga deh busway yang dibangun ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan mengajari pengguna fasilitas umum untuk lebih tertib, sebelum fasilitas umum yang lebih canggih benar-benar hadir di negeri ini.&lt;br /&gt;Wssl&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-2567426889405173850?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/2567426889405173850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=2567426889405173850' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/2567426889405173850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/2567426889405173850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/angkutan-umum-jakarta.html' title='Angkutan Umum Jakarta'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-5254372850288396651</id><published>2007-11-01T08:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T07:16:42.742+07:00</updated><title type='text'>Pekerja Sub Urban Kurang Gaul di Kantor</title><content type='html'>&lt;div&gt;Salam Highlander,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RylGBsOV8LI/AAAAAAAAAAU/q1XRMDx9gCQ/s1600-h/My_blue_sky_by_celsojunior.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RylIR8OV8MI/AAAAAAAAAAc/MdNEREMzjk4/s1600-h/P4210023.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjszYYRSKI/AAAAAAAAAFs/tm_Oc62zxTo/s1600-h/061207-p5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132112142850410658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="122" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjszYYRSKI/AAAAAAAAAFs/tm_Oc62zxTo/s320/061207-p5.jpg" width="196" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Benar apa yang dikatakan bahwa para pekerja Sub Urban di jakarta, kebanyakan kurang gaul dengan temak sejawat. Ya gimana lagi yak. Mita yang berangkat bekerja ke kantor harus pagi2 sekali agar tidak terjebak macet dan sampe di kantor tidak terlambat, itupun sampe di kantor pas beberapa menit menjelang lagu ‘selamat pagi’ atau bahkan udah masuk injury time alias ‘pleki’. Maklum rumah-rumah kita kebanyakan di daerah sub-urban yang relatif memakan waktu dalam mencapai kantor. Di kantorpun kita subuk dengan tugas masing-masing demi nusa-bangsa dan negara dengan lokasi yang tidak satu gedung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu istirahat kebanyakan pada punya urusan priadi masing-masing,&lt;br /&gt;- ada yang ke bank untuk setor deposito,&lt;br /&gt;- ada yang buka-buka internet cari informasi dan wawasan untuk menambah performance diri,&lt;br /&gt;- ada yang ke Masjid untuk sholat dan mendengarkan tausyiah untuk mempertebal iman,&lt;br /&gt;- ada yang diundang makan-makan rekan sejawat demi memperkokoh partnership,&lt;br /&gt;- ada yang cari sepatu ke mall karena sepatu yang dipake tiap hari ngejar bus, solnya udah tebal sebelah,&lt;br /&gt;- ada yang memanfaatkan untuk ‘bobo siang’, mengikuti anjuran dan juga mempraktekkan hasil survey tentang pentingnya tidur di siang hari selain juga karena ngantuk karena bangunnya terlalu pagi,&lt;br /&gt;- ada yang olah raga ringan misal pingpong atau fitness untuk menambah kebugaran dan penyegaran otak, dll.dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulangpun begitu. Kebanyakan pada buru-buru keluar tatkala sangkakala pertanda waktu pulang kantor dibunyikan, supaya tidak terjebak macet dan bisa lekas sampe di rumah dan berkumpul dengan belahan jiwa dan si buah hati. Terlebih pada musim hujan kayak gini, bila hujan turun di sore hari, kemacetan pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu bukan alasan si sebetulnya untuk tidak berinteraksi satu sama lain. Berinteraksi lebih kita lakukan dengan teknologi, baik telp, email, atau saling lempar botol minumah… salah satu kesempatan beinteraksi yang sering terjadi adalah tatkala kita sama-sama punya kesempatan (sebaiknya disempatkan) datang ke Masjid Baitul Ikhsan. Di sana kita bisa bertemu dengan rekan sejawat, dan tentunya seiman untuk sekedar say hello atau berdiskusi dan bercerita, sambil terkantuk-kantuk mendengarkan tausyiah dari Da’I kondang yang didatangkan oleh ustadz Arik. Ato pas makan siang di kantin atau di warung-warung sekitar wisma adi upaya, juga pas jalan-jalan di gang sebelah gedung ex-BDN untuk mencari sesuatu yang aneh sekaligus ikut membantu mengembangkan UMKM, he… he…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So… seandainya hidup bisa memilih…., barangkali kita yang lama hidup di KP membayangkan teman-teman yang ada di KBI yang bisa menikmati hidup dan bisa berinteraksi lebih senergis dengan banyak orang. Tapi mungkin juga sebaliknya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah, yang penting kita harus mensyukuri dengan apa yang kita dapat dan menjalankan apa yang telah dilakonkan kepada kita. Karena hanya dengan itulah kita bisa lebih syukur akan nikmat dan mudah2an nikmat itu akan ditambah, Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila kepanjangan dan curhat, sama sekali tidak ada nita untuk membela diri atau menggurui.&lt;br /&gt;WAllahu A’lam bissawab, hanya Allahlah yang maha tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-5254372850288396651?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/5254372850288396651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=5254372850288396651' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/5254372850288396651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/5254372850288396651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/11/pekerja-sub-urban-kurang-gaul-di-kantor.html' title='Pekerja Sub Urban Kurang Gaul di Kantor'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjszYYRSKI/AAAAAAAAAFs/tm_Oc62zxTo/s72-c/061207-p5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1788865141683738473.post-5905789748690051048</id><published>2007-10-30T11:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-13T07:24:05.128+07:00</updated><title type='text'>Beda Hari Raya</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Curhat dari orang awam, sekedar pengungkapan uneg-uneg untuk kebaikan negeri ini.&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjtNIYRSLI/AAAAAAAAAF0/z-JehwYxGA4/s1600-h/kaba.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132112585232042162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 174px; CURSOR: hand; HEIGHT: 131px" height="119" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjtNIYRSLI/AAAAAAAAAF0/z-JehwYxGA4/s320/kaba.jpg" width="197" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setahu saya dalam sejarah yang saya inget, memang ada beberapa kali umat islam di Indonesia merayakan hari rayanya (&lt;em&gt;baca:&lt;/em&gt; idul fitri dan idul adha) berbeda antara paham yang satu dengan paham lainnya. Meskipun perbedaan hari raya itu hanya selang waktu satu hari, tapi itu cukup merisaukan dan membingungkan berbagai kalangan umat islam, terutama yang awam. Memang orang awam sering dibuat bingung orang yang alim (&lt;em&gt;baca&lt;/em&gt;: berilmu), tidak terkecuali soal penetapan hari raya ini. Coba bayangkan, kita tahu semua bahwa tanggal merah yang ada di kalender 2007 (yang memuat juga penanggalan hijriyah-meskipun dalam ukuran yang lebih kecil), sebagai hari raya idul fitri adalah tanggal 12 and 13 Oktober (Sabtu dan Minggu). Tanggal merah itu telah ditetapkan jauh-jauh hari sebelum kalender 2007 itu dicetak (at least 10 bulan sebelumnya). Setahu saya sumber penanggalan Hijriyah itu bersumber dari DEPAG (Departemen Agama RI). Kalau Muhammadiyah tidak sepakat dengan penetapan tanggal 1 syawal 1428H mestinya (logika orang awam sih...), ngobrol dong dengan Depag. Pertanyaannya khan... kenapa baru pada &lt;em&gt;the last minute&lt;/em&gt;, atau beberapa saat menjelang idul fitri Muhammadiyah mengumumkan bahwa 1 syawal jatuh pada tanggal 11 Oktober. Lagian ngumuminnya kagak pake permisi dulu ame Depag (institusi yang berwenang di negeri ini dalam menetapkan urusan kayak ginian) tahu-tahu &lt;em&gt;mak celemong&lt;/em&gt; ngumumin... kesannya arogan gitu..."yang penting gua udah ngumumin, mo diikutin syukur mo beda dengan Pemerintah juga silakan, khan gua golongan terpelajar"... kesannya sih!!! mudah2an gak bener.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/Rzjtr4YRSMI/AAAAAAAAAF8/yGnYFGfgZsY/s1600-h/P4210023.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132113113513019586" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 223px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px" height="157" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/Rzjtr4YRSMI/AAAAAAAAAF8/yGnYFGfgZsY/s320/P4210023.jpg" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang juga jadi pertanyaan bagi orang awam ini adalah : Baik Pemerintah (depag) maupun Muhammadiyah dalam menetapkan 1 syawal sebagaimana diutarakan di atas adalah sama-sama HISAB (&lt;em&gt;bukan ru'yat&lt;/em&gt;), yaitu hasil perhitungan. Kenapa juga beda???? apa orang-orang pinter yang bisa ngitung di kedua lembaga itu nggak pernah ngobrol tentang metoda itungannya atau hasil itungannya? koq sepertinya berjalan sendiri-sendiri. Kabarnya sih keduanya punya metoda yang berbeda. Meskipun metodanya sama, hasilnya sama, tapi beda dalam menentukan kriteria derajat ketinggian hilal... (jadi tambah bingung guwe..). Belum lagi kalok dipertentangkan komputer yang digunakan (bila menggunakan komputer), yagn satu pake &lt;strong&gt;&lt;em&gt;windows&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang satu pake &lt;em&gt;&lt;strong&gt;linux&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yang satu pake buatan amirika (&lt;em&gt;baca:&lt;/em&gt; amerika) yang satu buatan china. Kayaknya gak selesai2 kalau selalu mempertentangkan berbedaan dan sepertinya tidak ada upaya untuk mencari kesamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan pihak Pemerintah dan juga NU... kenapa sih koq masih mengandalkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ru'yat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;? khan sekarang teknologi udah semakin canggih, wong gerhana bulan total yang terjadi beberapa waktu yang lalu aja udah dapat diperkirakan (dihitung) dengan cermat mulai jam, menit dan detik, baik mulai maupun selesainya. Kita khan tahu sendiri kondisi langit kita dewasa ini, tingkat polusi yang semakin menggila, khan mempengaruhi kemampuan mata telanjang maupun teropong kocok dalam melihat hilal itu sangat terbatas??? Saya koq melihat ada unsur gengsi tuh dari pihak pemerintah untuk merubah apa yang telah ditetapkan di awal tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbok yao.... pada rukun, biar orang awam kagak kebingungan mo milih yang mana dalam mengikuti hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dari itu semua adalah... banyak orang awam telah membatalkan puasa pada tanggal 11 Oktober, tapi baru melaksanakan sholat idul fitri baru tanggal 12 Oktober (nha lho...). Kalau begitu boleh kagak, ustadz or ustadzah? kalo hal itu salah, siapa yang patut disalahkan? apakah orang-orang awam itu yang kebingungan itu juga menanggung dosa, atau orang-orang pinter itu yang bikin bingung yang patut disalahkennnnnn..???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah-lah yang maha tahu, mohon maaf bila ada salah-salah kata dan tersinggung karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak ada lagi 2 hari raya idul fitri dalam setahun di negeri ini, dalam waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wassalam.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1788865141683738473-5905789748690051048?l=nismara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nismara.blogspot.com/feeds/5905789748690051048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1788865141683738473&amp;postID=5905789748690051048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/5905789748690051048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1788865141683738473/posts/default/5905789748690051048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nismara.blogspot.com/2007/10/beda-hari-raya.html' title='Beda Hari Raya'/><author><name>nismara1</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_bA-Ci9quWmQ/RzjtNIYRSLI/AAAAAAAAAF0/z-JehwYxGA4/s72-c/kaba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
